Selasa, 12 November 2013




SENYAWA AROMATIK
Pengertian Senyawa Aromatik
Aromatik digunakan untuk menggambarkan sebagian substansi wangi-wangianseperti benzaldehid ( dari cherrin, pach, dan almond), toluen dan benzena. Aromatic jugadigunakan untuk benzene dan stukturnya lebih sederhana dan merupakan induk dari suatukelas senyawa yang dinamakan senyawa aromatic.
Penamaan Senyawa Aromatik
Substansi aromatic lebih banyak dari pada beberapa kelas senyawa organic lainnya.Senyawa aromatic yang diperoleh mempunyai sejumlah besar dari nama-namanonsistematik. Hukum IUPAC menyetujui beberapa nama yang digunakan secara luas untuktetap dipakai. Dan untuk selanjutnya metil benzene diketahui secara umum sebagai toulena,hidroksibenzena sebagai fenol, aminobenzena sebagai aniline dan sebagainya.Untuk memperlihatkan adanya ikatan rangkap, secara umum hidrokarbon aromaticdisebut arena (akhiran ena memperlihatkan ketidak jenuhan). Gugus bervalensi satu arenadisebut aril. Tata nama senyawa-senyawa aromatic tidak begitu sistimatik, setiap senyawalebih dikenal dengan nama biasa atau nama trivial. Disamping nama trivialnya, turunan-turunan benzene juga mempunyai nama turunan. Nama turunan diperoleh denganmenggabungkan nama substituen sebagai awalan yang diikuti dengan kata benzena.

       SENYAWA AROMATIS DAN STRUKTURNYA
Yang termasuk senyawa aromatis adalah
·         Senyawa benzena
·         Senyawa kimia dengan sifat kimia seperti benzena

       1.        BENZENA
Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825, dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang.Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6  sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.
Dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Saat ini sumber utama benzena, benzena tersubtitusi dan senyawa aromatic adalah petroleum : sebelumnya dari ter batubara hamper 90% senyawa aktif bahan obat adalah senyawa aromatik : rumus  struktur mempunyai inti benzena.
       a.       Struktur Benzena
Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena.  Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi, sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi, tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Contoh:
Reaksi adisi                 : C2H4 + Cl2 --> C2H4Cl2
Reaksi substitusi         : C6H6 + Cl2 --> C6H5Cl  + HCl
Menurut Friedrich August Kekule, keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).
 

Persyaratan Senyawa Aromatik:
             1.    Molekul harus siklik dan datar .
        2.    memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron pi).
          3.     memiliki orbital p yang tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron pi)



       SIFAT FISIKA DAN KIMIA
            Sifat Fisik:
           ·    Zat cair tidak berwarna
           ·    Memiliki bau yang khas
           ·    Mudah menguap
           ·   Benzena digunakan sebagai pelarut.
           ·   Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang   kurang  polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
           ·   Larut dalam berbagai pelarut organik.
           ·   Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air.
           ·   Densitas : 0,88


Sifat Kimia
  •       Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
  •       Merupakan senyawa nonpolar
  •       Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
  •       Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi. 
  • .       Kegunaan
          1. Benzena digunakan sebagai pelarut.
          2. Benzena juga digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan obat, plastik, karet buatan dan pewarna.
          3.Benzena digunakan untuk menaikkan angka oktana bensin.
          4.Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu benzena juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan membuat sejenis karet sintetis) dan nilon–66.
          5. Asam Salisilat
    Asam salisilat adalah nama lazim dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.
          6. Asam Benzoat
    Asam benzoat digunakan sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan.
          7. Anilina
    Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.
          8.  Toluena
    Kegunaan toluena yang penting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena (TNT)
             9. StirenaJika stirena mengalami polimerisasi akan terbentuk polistirena, suatu jenis plastik yang banyak digunakan untuk membuat insulator listrik, bonekaboneka, sol sepatu, serta piring dan cangkir.
            10. Benzaldehida
    Benzaldehida digunakan sebagai zat pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang sedap.
             11. Natrium Benzoat
    Seperti asam benzoat, natrium benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng.
             12.  Fenol
    Fenol (fenil alkohol) dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dan dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat menyebabkan denaturasi protein.

           Dampak
            1.      Benzena sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik).
               2.      Benzena dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi, sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan menaikkan detak jantung.

    PERMASALAHAN 
     
    dari artikel yang saya baca dikatakan bahwa benzena sangat beracun dan dapat menyebabkan kanker mengapa demikian! dan bagaimana dengan penggunaan benzena sebagai obat(aspirin) dan pengawet makanan apakah tidak berbahaya?

4 komentar:

  1. ya saudari mega, menurut saya untuk Benzena, sebuah bahan kimia yang berbahaya dan akan menyebabkan Kanker pada Manusia, Berbagai jenis Leukemia (kanker darah dan darah membentuk Organ), Khususnya myelogenous akut Leukemia yang lebih umum dengan eksposur yang tidak sehat untuk Benzene maka jenis ini dari Leukemia disebut sebagai Benzene Leukemia.

    Hal ini lebih sering terjadi pada karyawan yang bekerja di Kimia Industri minyak, Karyawan bekerja di pabrik minyak dan gas, Pelukis dan Lainnya Pengguna Pelarut industri, yang pada Risiko Lebih Benzene Exposure Pada Paparan jangka panjang untuk jenis produk tinggal Benzene menyebabkan leukemia Kanker Darah Pembentukan Organ.
    Benzene Leukemia adalah hidup yang berbahaya mengancam Kanker yang mengembangkan sebagai akibat dari paparan jangka panjang ke tingkat yang berlebihan Benzene.

    BalasHapus
  2. Baik lah saudari mega , saya akan mencoba menjawab permasalahan anda, karena kadarnya dalam tubuh manusia terlalu berlebihan makanya mengakibatkan penyakit kanker. sedangkan Beberapa penelitian menunjukan bahwa benzena merupakan salah satu penyebab leukemia, penyakit kanker darah yang telah banyak menyebabkan kematian. sebenarnya penggunaan benzene itu Berbahaya. Maka dari itu kita tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsinya .yang lebih baik lagi kita tidak usah memakan makanan yang pakai pemanis, pengawet, dll.

    terimakasih

    BalasHapus
  3. menurut saya senyawa benzen dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh kita jika terhirup langsung dan terus menerus sehingga dapat mengakibatkan penyakit kanker. Dan kegunaan benzen sebagai obat (aspirin) tidak berbahaya jika dikonsumsi, asal tidak berlebihan dan terus menerus . karena walau bagaimanapun asam salisilat yang terdapat dalam aspirin adalah turunan benzen. nah kegunaan benzen sebagai bahan pengawet tentu saja berbahaya jika konsumsi secara terus-menerus, karena dapat menggangu fungsi kerja hati jika menumpuk dalam tubuh kita.

    terimakasih..

    BalasHapus
  4. Baiklah saudari Mega Ananda saya akan mencoba menjelaskan permasalahan anda,semoga bermamfaat..
    Telah disebutkan bahwa benzena memiliki sifat racun atau kasinogenik, yaitu zat yang dapat membentuk kanker dalam tubuh manusia jika kadarnya dalam tubuh manusia berlebih. Beberapa penelitian menunjukan bahwa benzena merupakan salah satu penyebab leukemia, penyakit kanker darah yang telah banyak menyebabkan kematian.
    Aspirin menjadi salah satu obat yang paling umum tersedia di pasaran. Efek utama aspirin adalah dapat meredakan rasa sakit di kepala dan demam. Tetapi, aspirin juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, seperti menjadi obat darurat untuk menunda serangan jantung. Namun, bahan kimia tetaplah bahan kimia. Zat tersebut tentu memiliki efek samping yang buruk untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah tidak terbatas,dan efek samping dalam penggunaan aspirin secara berlebihan dan tidak sesuai umur dapat menyebabkan sindrom Reye pada anak-anak yang mengarah ke peradangan parah pada hati dan otak yang bisa berakibat fatal.
    Dari penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa,penggunaan aspirin secara tepat tidak menyebabkan resiko yang terlalu besar untuk kesehatan sementara penggunaan aspirin yang terus menerus dan secara berlebihan akan menyebabkan resiko yang besar untuk kesehatan seperti sindrom reye. Dan saya kira begitu juga dengan penggunaan bahan pengawet makanan,semakin jarang kita menggunkan pengawet makanan maka semakin kecil resiko kesehehatannya dan sebalikknya jika kita sering menggunakan pengawet makanan mnaka semakin besar resiko kesehatannya..
    Terima Kasih..

    BalasHapus