UJIAN MID SEMESTER KIMIA ORGANIK 1
UJIAN MID SEMESTER
Matakuliah : Kimia Organik I
SKS : 3 SKS Waktu : 07.30 (4Nop.) sd 07.30(5 Nop.)
Pengampu : Dr. Syamsurizal
Petunjuk: Jawablah pertanyaan beriktut melalui tahap-tahap pendekatan
saintifik. Semua jawaban anda wajib diposting diblog masing-masing.
1. Pikirkan salah satu senyawa alkana yang anda kenal baik., temukan dua
atau tiga isomer dari senyawa tersebut kemudian cari data-data fisik dan kimia
seperti titik didih, tingkat kepolaran(moment dipol) dan entalfi pembakarannya.
a. Bandingkan data-data fisik
isomer yang satu dengan yang lain, jelaskan secara saintifik mengapa dan cari
faktor penyebabnya perbedaan data-data tersebut.
b. Bagaimana kestabilannya bila temperatur dari isomer yang dibandingkan
pada suhu 0oC.
JAWAB:
Salah
satu senyawa alkana yang saya kenal baik yaitu butana(C4H10)
yang berasal dari gas alam atau minyak dipakai sebagai zat bakar yang disimpan
didalam tabung seperti gas Elpiji sebagai bahan bakar alat dapur(terutama
kompor gas),atau bahan bakar kendaraan bermotor.
Butane
mempunyai dua isomer yaitu:C4H10
CH3-CH2-CH2-CH3
: n-butana
CH3
│
CH3-CH-CH3
Isobutana
SIFAT FISIS
BUTANA
Berat
molekul : 58,12 gr/mol
Density : 2,48 kg/m3 (fase
gas)
Titik leleh : - 138.40C(135.4 K)
Titik didih : - 0,5 0C(272.6 K)
Kelarutan
: 6,1 mg/100 ml H2O
Sifat Kimia
Butana
Reaksi
pembakaran sempurna pada butane yang terbakar dalam keadaan oksigen yang
berlebih dan membentuk oksigen. Reaksi
ini menimbulkan kalor yang tinggi yang disebut reaksi eksoterm.
Reaksi yang
terjadi:
C4H10
+13/2 O2
4CO2 + 5H2O +
688.0kkal/mol
A. ) Sifat fisis
a) Alkana merupakan senyawa nonpolar.
b) Bentuk alkana rantai lurus pada suhu
kamar berbeda-beda.C1-C4 berwujud gas,C5-C17 berwujud
cair,>C18 berwujud padat.
c) Semakin banyak jumlah atom karbon,
semakin tinggi titik didihnya.
Faktor penyebabnya yaitu: jika mempunyai isomer alkana
yang bercabang maka titik didih dan titik leleh lebih rendah dibandingkan
rantai yang tak bercabang. Makin besar massa molekul relatif (MR)
alkana, titik didihnya bertambah tinggi. Kenaikan titik didih
B. Isobutana(alkana
yang bercabang) memiliki titik didih dan titik leleh lebih rendah dibandingkan
n-butana(yang tidak bercabang). Hal ini disebabkan oleh struktur yang lebih
rumit pada isobutana mengakibatkan gaya tarik antar molekul lebih kecil
dibandingkan struktur rantai lurus sehingga lebih mudah menguap.Senyawa alkana
yang memiliki jumlah atom lebih dari 17 berwujud padat. Wujud suatu senyawa
hidrokarbon dipengaruhi oleh titik didih dan titik lelehnya. semakin
banyak rantai cabang pada senyawa hidrokarbon, titik didihnya akan lebih kecil.
2. Bila suatu senyawa alkena yang berisomer cis dan trans dibakar,
tentukan isomer jenis apa yang memiliki entalpi pembakaran lebih besar,
jelaskan alasannya.
Jawab:
Reaksi alkena disebabkan oleh lepasnya ikatan rangkap ini, dan berubah membentuk
satu senyawa dengan ikatan tunggal atau membentuk dua senyawa senyawa baru
dengan ikatan tunggal. Reaktifitas senyawa yang terletak pada ikatan rangkap.
Cis, karena cis lebih membutuhkan banyak panas dari pada trans. Hal itu
disebabkan karena arah orientasi elektron yang terjadi di cis itu searah,
searah dikarenakan orientasi elektron terjadi di atas dan sejajar dengan CH3.
Perbedaan isomer cis dan trans juga dapat sangat bersar, seperti pada kasus
siklooktena. Isomer cis senyawa ini memiliki titik didih 145 °C, sedangkan
isomer transnya 75 °C.Perbedaan yang sangat besar antara kedua isomer
siklooktena disebabkan oleh terikan cincin yang besar untuk trans-siklooktena,
yang juga menyebabkannya kurang stabil dibandingkan isomer cis. Bahkan, kedua
isomer asam 2-butenadioat memiliki sifat-sifat dan reaktivitas yang sangat
berbeda sehingga mempunyai nama yang berbeda pula. Isomer cisnya disebuah asam
maleat, sedangkan isomer transnya disebuah asam fumarat. Polaritas merupakan
faktor kunci yang menentukan titik didih relatif senyawa karena ia akan
meningkatkan gaya antar molekul, sedangkan simetri merupakan faktor kunci yang
menentukan titik leleh relatif karena ia mengijinkan penataan molekul yang
lebih baik pada bentuk padat. Oleh karena itu, trans-alkena yang kurang polar
dan lebih simetris cenderung memiliki titik didih yang lebih rendah dan titik
leleh yang lebih tinggi. Sebaliknya cis-alkena secara umum memiliki titik didih
yang lebih tinggi dan titik leleh yang lebih rendah.
3.
Pikirkan bagaimana idenya suatu etana dapat berubah menjadi etena selanjutnya
dapat diubah menjadi etuna. Jelaskan perbedaan sifat kimia yang paling mencolok
diantara ketiga hidrokarbon tersebut.
Jawab:
Perbedaan ikatan pada alkana, alkena, dan alkuna menyebabkan reaksi- reaksi yang terjadi pun berbeda. Reaksi-reaksi pada alkana, alkena, dan alkuna dapat berupa reaksi oksidasi, reaksi substitusi, reaksi adisi, dan reaksi eliminasi.
Reaksi Oksidasi
Reaksi oksidasi pada senyawa
hidrokarbon misalnya reaksi pembakaran dengan gas oksigen di udara.
Hasil reaksinya adalah gas CO , air, dan energi.
Reaksi oksidasi alkana
paling banyak dimanfaatkan karena energi
yang dihasilkan cukup besar, sehingga alkana digunakan sebagai bahan
bakar baik bahan bakar minyak maupun bahan bakar gas. Bahan bakar pada
kendaraan bermotor secara sempurna menghasilkan gas CO
, jika tidak sempurna akan menghasilkan gas CO yang sangat
berbahaya bagi manusia.
Perbedaan ikatan pada alkana, alkena, dan alkuna menyebabkan reaksi- reaksi yang terjadi pun berbeda. Reaksi-reaksi pada alkana, alkena, dan alkuna dapat berupa reaksi oksidasi, reaksi substitusi, reaksi adisi, dan reaksi eliminasi.
|
Contoh:
a. Pembakaran alkana
CH (g) + 2 O (g) p
CO (g) + 2 H O(g)
4 2 2 2
C H (g)
+ 5 O (g) p
3 CO (g) + 4 H O(g)
3 8 2 2 2
b. Pembakaran
alkena
C H (g)
+ 3 O (g) p
2 CO (g) + 2 H O(g)
2 4 2 2 2
|
Reaksi adisi
Senyawa
etena C2H4 dapat diubah menjdi etena dengan menambah dua atom H.
Contoh reaksi adisi:
a. Adisi hidrogen pada alkena atau alkuna
Adisi hidrogen pada suatu senyawa disebut hidrogenasi
Contoh:


H H H
H
H H
│ │ │ │ │ │
H -
C = C -
C - H +H2 katalis
H -
C - C
- C - H
│ │ │
│
│
│
H H H
H H H
Propena propana
H H
│ │
H - C ≡ C - H + 2H2 katalis H - C - C - H
│ │
H H
│ │
H - C ≡ C - H + 2H2 katalis H - C - C - H
│ │
H H
Etuna Etana
Reaksi
Eliminasi
Senyawa alkena dapat dibuat dari senyawa alkana dengan
reaksi eliminasi
.
Perhatikan beberapa reaksi eliminasi berikut ini.
a. Dehidrogenasi (penarikan hidrogen)
contoh:pemanasan butane dengan katalis Cr2O3AsO3
CH2 -
CH2 ¬ CH2 = CH2
+ H2
│ │
H H
Etana Etena
│ │
H H
Etana Etena
Berdasarkan contoh di atas reaksi eliminasi adalah reaksi
pengeluaran gugus
atom dari dua atom C yang berdekatan pada senyawa jenuh
sehingga terbentuk
senyawa tak jenuh atau senyawa yang mempunyai ikatan
rangkap.
Sifat kimia
alkena secara umum relatif stabil dan ikatan antar atom karbonnya lebih kuat
dibandingkan dengan ikatan tunggal pada alkana. Alkuna sebagai hidrokakbon tak
jenuh, memiliki sifat menyerupai alkena tetapi lebih reaktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar