Alkohol
Alkohol merupakan senyawa turunan alkana yang
mengandung gugus fungsi –OH.contoh rumus struktur alkohol adalah metanol. Senyawa alkohol sudah banyak di kenal dan di
manfaatkan oleh manusia, baik dalam bentuk minuman,makanan,maupun untuk
keperluan medis. Beberapa jenis makanan dan minuman yang beralkohol yang banyak
di konsumsi orang dihasilkan dari hasil fermentasi karbohidrat, misalnya tape,
singkong, anggur dan lain-lain.
Rumus Umum Alkohol
Rumus struktur senyawa karbon
CH3-CH3 CH3-CH2-OH
CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-OH
Karena rumus umum alkana adalah CnH2n+2
maka rumus umum alkanol adalah CnH2n+1 OH atau CnH2n+1O.
Jenis-Jenis Alkohol
Berdasarkan posisinya dalam
rumus struktur alkana dikenal empat jenis atom C yaitu atom C primer, atom C
sekunder, atom C tersier,atom C kuertner. Berdasarkan letak gugus
fungsinya,alkohol dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
1. Alkohol
primer yaitu alkohol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom C
primer.
Contoh: CH3-CH2-OH
│
CH3
2. Alkohol
sekunder yaitu alkohol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom C
sekunder.
Contoh: CH3-CH3-CH-OH
3. Alkohol
tersier yaitu alkohol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom C
tersier.
Contoh:
CH3
│
CH3-CH3-C-OH
│
CH3
Sifat-sifat dan struktur alkohol
1. Sifat fisis
|
No
|
Nama
|
Rumus struktur
|
Titik didih
|
Kelarutan (g/100 g air)
|
Mr
|
|
1
|
Metanol
|
CH3-OH
|
65
|
Larut baik
|
32
|
|
2
|
Etanol
|
CH3-CH2-OH
|
78
|
Larut baik
|
46
|
|
3
|
Propanol
|
CH3-CH2-CH2-OH
|
98
|
Larut baik
|
60
|
|
4
|
Butanol
|
CH3-CH2-CH2-CH2-OH
|
118
|
8,3
|
74
|
|
5
|
Pentanol
|
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-OH
|
138
|
2,6
|
88
|
Pada tabel diatas tampak bahwa alkanol mempunyai
titik didih yang relatif tinggi.Semakin besar massa molekul relatif alkanol, maka titik cair dan titik didihnya
juga akan tinggi. Jadi kenaikan titik cair dan titik didih alkanol sebanding
dengan kenaikan massa molekul relatifnya. Pada alkanol yang rumus molekulnya
sama, alkanol bercabang mempunyai titik didih lebih rendah daripada alkanol
rantai lurus. Kelarutan alkanol dalam air berkurang seiring dengan bertambah
panjangnya rantai karbon. Kelarutan alkanol berkaitan dengan gugus –OH yang
bersifat polar, sementara gugus alkil (R) bersifat nonpolar. Jadi semakin besar
gugus R semakin berkurang kepolaran, sehingga kelarutan dalam pelarut polar
(seperti air) berkurang, sedangkan kelarutan dalam pelarut nonpolar bertambah.
Pembuatan alkohol
a. Mereaksikan alkil halida
dengan basa
Alkohol dibuat dengan mereaksikan
antara alkil halida dengan suatu basa. Selain itu juga diperoleh produk lain, yakni
garam halide
b. Reduksi aldehida
Reduksi (hidrogenasi) aldehida
akan menghasilkan alkohol primer.
c. Hidrolisis alkil
hidrogensulfat
Hidrolisis alkil hidrogensulfat
akan menghasilkan alkohol dengan hasil sisa asam sulfat.
d. Hidrolisis ester
Alkohol dibuat dengan hidrolisis
ester. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan.
e. Reduksi keton dengan hidrogen
Reduksi suatu keton akan
menghasilkan suatu alkohol sekunder.
f. Mereaksikan Alkena dengan asam
sulfat kemudian dihidrolisis.
Hidrolisis hasil reaksi antara
alkena dengan asam sulfat akan menghasilkan alkohol.
Kegunaan Alkohol dalam
Kehidupan
a. Kegunaan
1) Metanol digunakan sebagai
pelarut dan sebagai reaktan untuk membuat ester.
2) Metanol juga dapat digunakan
sebagai bahan bakar alternative (pengganti minyak bumi).
3) Sebagian besar metanol diubah
menjadi formaldehida (metanal) yang merupakan bahan untuk membuat plastik
(polimer).
4) Etanol digunakan untuk
membunuh kuman.
Sifat fisik dan sifat kimia
Sifat Fisik alkohol
a. Alkohol monohidroksi suku
rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna dan dapat larut
dalam air dengan segala perbandingan.
b. Kelarutan alkohol dalam air
makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
c. Makin tinggi berat molekul
alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya.
d. Alkohol yang mengandung atom
karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.
e. Alkohol suku rendah tidak
mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut.
Sifat Kimia Alkohol
a. Oksidasi alkohol primer
Oksidasi alkohol primer dengan
menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida
dan air.
b. Oksidasi alkohol sekunder
Oksidasi alkohol sekunder dengan
menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan
air.
c. Oksidasi alkohol tersier
Oksidasi alkohol tersier oleh
oksigen akan menghasilkan campuran asam karboksilat, keton, karbondiokaida dan
air.
d. Reaksi dengan natrium
Alkohol bereaksi dengan logam
natrium menghasilkan suatu alkoksida. Hasil samping berupa gas hidrogen.
e. Reaksi dengan asam halida
Alkohol bereaksi dengan asam
halida menghasilkan alkil halida dan air.
f. Esterifikasi
Alkohol bereaksi dengan asam
karboksilat menghasilkan ester dan produk samping berupa air. Reaksi yang
terjadi merupakan reaksi kesetimbangan
Contoh :
g. Dehidrasi alkohol
Dehidrasi alkohol dengan suatu
asam sulfat akan menghasilkan alkena dan air.
KEISOMERAN PADA ALKOHOL
·Keisomeran
Struktur
senyawa-senyawa yang memiliki
rumus molekul dan gugus fungsi yang sama, tetapi posisi gugus fungsinya
berbeda. Ex i-propanol berisomer struktur dengan senyawa 2-propanol. Cara
menentukan jumlah isomer pada suatu senyawa alkohol pertama-tama tentukan
rangka atom karbonnya, kemudian aturlah posisi gugus fungsi -OH.
·Keisomeran
Optik
Yaitu tipe isomer suatu senyawa
yang memiliki rumus molekul, gugus fungsi, dan posisi gugus fungsi sama, tetapi
letak atom atom atau gugus fungsinya berbeda. Jika atom C yang berikatan dengan
gugus -OH pada senyawa alkohol mengikat tiga atom atau tiga gugus atom yang
berbeda,senyawa tersebut memiliki keisomeran optik. Atom C yang mengikat
empat atom atau gugus atom yang berbeda disebut C Asimetris (C kiral).
Terdapat 2 jenis alkohol yang
memiliki isomer optik, yaitu;
a) alkohol sekunder yang memilki
2 alkil yang berbeda yang terikat pada C – OH;
b) alkohol tersier yang memiliki
3 alkil berbeda yang terikat pada C – OH,
PERMASALAHAN
BalasHapusMengapa dalam hampir semua merek parfum ataupun alat kosmetik lainnya mengandung alkohol? Jelaskan alasannya!
Baiklah saudari mega saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda. Menurut saya karena alkohol itu mudah menguap. Beberapa saat setelah sediaan kosmetika (juga parfum) diaplikasikan, maka alkohol akan segera menguap dan tidak terdeteksi lagi (undetectable). Adanya bau dari parfum yang diaplikasikan di pakaian, adalah zat wanginya, bukan alkoholnya.
BalasHapusMenurut saya, karena senyawa alkohol digunakan sebagai bahan untuk mengencerkan dan pendorong gas untuk jenis spray. Komposisi alkohol dalam suatu parfum sangat menentukan kondisi parfum itu sendiri. Semakin banyak kandungan alkohol maka parfum akan mejadi lebih encer dan aroma parfum bisa cepat menghilang. Sedangkan parfum dengan kandungan alkohol yang sedikit mempunyai aroma parfum yang lebih tahan lama.
BalasHapusBaiklah saudari mega saya akan mencoba menjawab permasalahan anda, Karena alcohol itu sendiri mempunyai aroma yang sedap yang terbuat dari berbagai komponen seperti anggur.Selain itu alkohol merupakan gugus fungsi yang dapat membunuh kuman, maka dari itu digunakan alcohol sebagai salah satu campuran pembuatan parfum dan alat kosmetk lainnya.
BalasHapusTerimakasih