Kamis, 24 Oktober 2013



ALKUNA
Pengertian Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung satu ikatan rangkap tiga di antara dua atom karbon. Catat bahwa akhir nama masing-masing adalah -una. Akhiran ini menunjukkan adanya rangkap tiga di dalam molekul. Rumus umum untuk alkuna ini adalah CnH2n-2. Alkuna juga merupakan contoh dari deret homolog.setilena adalah induk deret homolog alkuna, maka deret ini juga disebut deret asetilena.
 Pembuatan gas asetilena telah dikenal sejak lama dengan dengan mereaksikan kalsium karbida dengan air.
 artikel 55 
Dalam skala kecil, reaksi ini akan memberikan nyala asetilena untuk lampu karbida. Dulu pekerja tambang menggunakan lampu semacam ini; banyaknya gas yang dihasilkan diatur dengan mengendalikan laju air yang diteteskan ke dalam tempat reaksi. Metode komersial yang baru untuk membuat asetilena adalah dengan memanaskan metana dan homolog-homolognya pada temperatur tinggi dengan menambahkan suatu katalis.

Ciri-ciri alkuna
·         Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
·         Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
·         Pembuatan : CaC2 + H2O → C2H2 + Ca(OH)2
·         Sifat-sifat :
-         Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
-         Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
·         Penggunaan etuna :
-         Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (± 3000oC), dipakai untuk mengelas besi dan baja
-         Untuk penerangan
-         Untuk sintesis senyawa lain
 
Rumus Umum
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang
mengandung ikatan rangkap tiga.
Perhatikan contoh berikut
 
Tata Nama Alkuna
1) Alkuna rantai lurus namanya sama dengan alkana, hanya akhiran “ana” diganti dengan “una”.
Contoh:
C3H4: propuna
C5H8: pentuna
C4H6: butuna

Struktur Alkuna
Alkuna merupakan molekul linear dan semua sudut ikatan adalah sebesar 180°. Etuna merupakan alkuna paling sederhana. Rumus struktur alkuna seperti berikut ini H – C ≡ C – H etuna




PERMASALAHAN

 Mengapa biasanya dalam pengelasan sering menyebut "las karbit",padahal yang digunakan untuk mengelas sebenarnya adalah etuna yang dipanaskan pada suhu tinggi?
 
 


4 komentar:

  1. baik lah saudari mega saya akan menjawab permasalahan anda. karena Las karbit atau las asetilen adalah salah satu perkakas perbengkelan yang sering ditemui.Pengoperasiannya pun juga cukup mudah membuatnya sering digunakan untuk menghubungkan dualogam atau welding.Secara umum, perkakas las asetilen adalah alat penyambung logam melalui proses pelelehan logam dengan menggunakan energi panas hasil pembakaran campuran gas asetilin dangas oksigen.Perangkat perbengkelan las karbit digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi, pipa dan poros)

    terimakasih

    BalasHapus
  2. Selain dikenal dengan nama las karbit, kadang-kadang masyarakat umum menyebut kan juga dengan nama lain yaitu las MDQ. Penyebutan nama MDQ ini sesungguhnya mengacu pada satu merk batu karbit. Jadi nama las karbit atau las asetilen atau las MDQ sebenarnya adalah satu nama proses las yan sama.
    Jenis las ini menggunakan campuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Dalam hal ini, gas yang digunakan adalah campuran dari gas Oksigen (O2) dan gas lainnya sebagai bahan bakar (fuel gas). Yang sering digunakan sebagai bahan bakar dibengkel adalah gas Asetelin, berasal dari kata “acetylene” dengan rumus kimia C2H2. Gas ini memiliki kelebihan dibanding dengan gas bahan bakar lainnya, diantaranya menghasilkan temperatur nyala api yang lebih tinggi , baik bila dicampur dengan udara ataupun Oksigen.

    Seperti disebutkan, gas Asetilen merupakan jenis gas yang paling banyak digunakan sebagi bahan pencampuran dengan gas Oksigen. Jika gas Asetilen digunakan sebagi gas pencampur maka seringkali proses pengelasan disebut dengan las karbit. Gas Asetilen ini sebenarnya dihasilkan dari reaksi batu Kalsium KARBIDA (orang-orang menyebut karbit) dengan air. Jadi jika Kalsium Karbida ini disiram atau dicelupkan ke dalam air maka akan terbentuk gas Asetilen. Jadi penyebutan nama las karbit hanya untuk mencirikan bahwa gas yang digunakan salah satunya adalah gas Asetilen.

    Selain dikenal dengan nama las karbit, kadang-kadang masyarakat umum menyebut kan juga dengan nama lain yaitu las MDQ. Penyebutan nama MDQ ini sesungguhnya mengacu pada satu merk batu karbit. Jadi nama las karbit atau las asetilen atau las MDQ sebenarnya adalah satu nama proses las yang sama.

    terimakasih.

    BalasHapus
  3. Baiklah saudari mega ananda saya akan mencoba menjelaskan permasalahan anda..
    di lihat dari proses pembuatan gas asetilena yaitu:
    Gas asetilen (C2H2) dihasilkan dari reaksi kalsium karbida dengan air. Gelembung-gelembung gas naik dan endapan yang terjadi adalah kapur tohor. Reaksi yang terjadi dalam tabung asetilen adalah :
    CaC2 + 2H2O ® Ca(OH)2 + C2H2
    kalsium karbida air tohor Kapur gas asetilen

    Dari reaksi inilah masyarakat lebih mengenal proses pengelasan ini dengan las karbit dari pada las oksi-asetilen.
    Terimakasih  ..

    BalasHapus
  4. sebenarnya begini karena kebanyakan orang belum mengetahui apa itu etuna, Las Gas yang lebih dikenal dengan istilah las karbit,sebenarnya adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas.Selain dikenal dengan nama las karbit, kadang-kadang masyarakat umum menyebut kan juga dengan nama lain yaitu las MDQ. Penyebutan nama MDQ ini sesungguhnya mengacu pada satu merk batu karbit. Jadi nama las karbit atau las asetilen atau las MDQ sebenarnya adalah satu nama proses las yang sama. Jadi menurut saya dalam penyebutkan nama itu tergantung pada masyarakat itu sendiri mengenal las dengan nama apa. Disamping itu masyarakat juga masih awam dengan istilah etuna yang anda sebutkan diatas.

    Terima kasih

    BalasHapus