ETER
Eter adalah suatu senyawa
organik yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat berupa alkil maupun aril Contoh senyawa eter yang paling umum
adalah pelarut
dan anestetik
dietil eter
(etoksietana, CH3-CH2-O-CH2-CH3).
Eter sangat umum ditemukan dalam kimia organik dan biokimia, karena gugus ini
merupakan gugus penghubung pada senyawa karbohidrat
dan lignin.
Di antara eter dan alkohol
terdapat isomeri gugus fungsi dalam arti keduanya mempunyai rumus molekul yang
sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Contoh untuk isomeri fungsi di antara eter
dan alkohol ini adalah CH3-O-CH3 dan CH3CH2OH.
Perbedaan gugus fungsi tersebut mengakibatkan adanya perbedaan sifat-sifat
fisika dan kimia pada eter dan alkohol.
Manfaat Eter
Penggunaan senyawa eter dalam
kehidupan sehari-hari adalah:
- Di bidang medis, banyak sekali eter yang digunakan untuk anestesi (bius).
- Di bidang otomotif, eter digunakan untuk menghidupkan mesin yang tak mau menyala. Bahkan eter juga digunakan sebagai tambahan bahan bakar sehingga laju mesin lebih kencang.
- Eter digunakan sebagai pelarut.
- Dietil eter digunakan sebagai obat bius pada operasi.
- Metil ters-butil eter (MTBE) digunakan untuk menaikkan angka oktan bensin
Eter memiliki titik didih rendah karena sangat sulit membentuk ikatan
hidrogen. Eter memiliki titik didih yang relatif rendah dibandingkan isomeri
alkoholnya. Kelarutan eter dalam air sangat kecil (+-1,5%), sehingga merupakan
pelarut yang baik bagi senyawa organik yang tidak larut dalam air.
Eter mudah terbakar membentuk CO2 dan uap air, eter terurai oleh asam halida terutama oleh HI. Reaksi dengan senyawa PX3 (Posfor trihalida) misalnya (PCl3, PBr3 dan PI3) dipergunakan sebagai reaksi pembeda alkanol dengan eter.
Senyawa alkohol dapat bereaksi dengan senyawa PX3, sedangkan senyawa eter tidak bereaksi.
Eter mudah terbakar membentuk CO2 dan uap air, eter terurai oleh asam halida terutama oleh HI. Reaksi dengan senyawa PX3 (Posfor trihalida) misalnya (PCl3, PBr3 dan PI3) dipergunakan sebagai reaksi pembeda alkanol dengan eter.
Senyawa alkohol dapat bereaksi dengan senyawa PX3, sedangkan senyawa eter tidak bereaksi.
Kegunaan
dan Dampak Eter dalam Kehidupan
a.
Kegunaan
- Eter digunakan sebagai pelarut.
- Dietil eter digunakan sebagai obat bius pada operasi.
- Metil ters-butil eter (MTBE) digunakan untuk menaikkan angka oktan bensin.
-
Dampak
Pada konsentrasi rendah, eter dapat menyebabkan pusing kepala, sedangkan pada konsentrasi tinggi menyebabkan tidak sadarkan diri.Eter merupakan suatu senyawa organik yang tidak terlalu reaktif. Dengan kata lain, eter hanya dapat mengalami reaksi khusus. Reaksi terhadap eter adalah:1. Reaksi oksidasi eter2. Reaksi eter dengan asam3. Reaksi hidrolisis eter4. Reaksi eter dengan halogen